Gunakan Tanah Adat 420 Hektare, Bandara Bali Utara Disepakati di Darat
Sabtu, 10 November 2018
Maya Miranda Ambarsari
Bagikan

Gunakan Tanah Adat 420 Hektare, Bandara Bali Utara Disepakati di Darat

Pemerintah Kabupaten Buleleng, Pemerintah Provinsi Bali, dan Kementerian Perhubungan RI sudah menyepakati Bandara Bali Utara akan dibangun di darat, tepatnya di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Pembangunan bandara menggunakan tanah adat seluas 420 hektare.

Hal itu disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster, usai menerima kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (1/11/2018).

Koster mengaku sudah dua kali menemui Menteri Perhubungan

Saat ini tahapan pembangunan Bandara Bali Utara sudah sampai pada penyusunan FS (Feasibility Study).

Dari empat opsi lokasi, yang dipilih adalah di Kecamatan Kubutambahan.Selanjutnya, di Kecamatan Kubutambahan ini terdapat dua pilihan, antara di laut dan di darat.

“Yang kami pilih bersama Pemerintah Kabupaten dan Kementerian Perhubungan, sudah ditetapkan di darat. Rencananya bandara akan dibangun di Desa Kubutambahan dan Desa Sanih,” kata Koster.

Rencananya bandara akan menggunakan tanah adat di Desa Kubutambahan seluas 370 hektare dan di Desa Sanih seluas 50 hektare.Total 420 hektare.

sumber: http://bali.tribunnews.com/2018/11/02/gunakan-tanah-adat-420-hektare-bandara-bali-utara-disepakati-di-darat.


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar